Translate

Rabu, 11 Juli 2012

Bahasa Arab di Era Global

Kecenderungan presepsi konvensional masyarakat terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa yang sukar dan rumit memang masyhur. Bukan karena hanya perbedaan abjad dan pengucapan, tetapi juga aturan-aturan (baca: qowaid) bahasa arab yang lingkupannya luas dan saling terkait satu sama lain. Bahkan saat ini, bahasa Arab digolongkan sebagai salah satu dari 5 bahasa tersulit di dunia yang menempati posisi kedua setelah bahasa China(mandarin). 
Membaca teks Bahasa Arab dianggap sulit salah satunya karena pengucapan vokal yang agak berbeda dengan bahasa Inggris. Sama seperti bahasa Cina, huruf-huruf Arab juga menjadi salah satu kesulitan jika ingin cepat mempelajari bahasa ini. Perubahan bentuk huruf dalam kalimat yang berbeda ketika suatu huruf digabungkan juga membuat belajar bahasa Arab lebih menantang. Lain halnya bagi umat muslim yang sedari kecil sudah ditempa bacaan dan pemahamannya terhadap Al Qur'an serta belajar di Madrasah-Madrasah Islam , penggabungan huruf Arab ini mungkin tak akan begitu asing. 
Di Indonesia sendiri, belajar bahasa Arab pertama-tama masih cenderung dihubungkan dengan sifat keagamaannya daripada  kebudayaan atau peradaban. Pembelajaran dominan diterapkan di pesantren-pesantren atau lembaga pendidikan Islam. Sementara jika di lembaga Pendidikan Umum, Bahasa Arab masih kalah banding dengan pembelajaran bahasa lainnya dalam beberapa perspektif.
Menurut Dr. Muhbib Abdul Wahab,Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syahid, pencitraan atau stigma bahasa Arab sebagai bahasa yang sulit dan rumit dipelajari tidaklah sepenuhnya benar. Buktinya, banyak orang non-Arab dan sarjana non-muslim yang menekuninya. Mengapa? Ia melanjutkan, sebab bahasa Arab dianggap menarik dan sangat penting sebagai instrumen studi Islam maupun orientalis. 
Setidaknya, ada empat orientasi belajar bahasa Arab di era global ini : 

1. Orientasi Religius

 Bicara Islam, bicara ilmu. dari sejak diturunkannya mula-mula wahyu kepada Rasulullah dengan kata pertama yaitu "Iqro"(bacalah). Merefleksikan kepada kaum muslim pentingnya mencari ilmu. Banyak membaca, banyak pengetahuan. Banyak pengetahuan tentu berimbas pada majunya peradaban. Terlepas dari itu semua, bahasa Arab memang merupakan bahasa Umat Islam. Maka, pemahaman agama tak bisa lepas dari tuntutan pemahaman bahasa ini yang juga merupakan bahasa kitab suci umat Islam, bahasa utusan-Nya serta bahasa penduduk surga.

"Cintailah bahasa Arab karena tiga hal, yaitu karena aku adalah orang Arab, dan Al-Qur’an dengan bahasa Arab, dan bahasa penghuni syurga adalah bahasa Arab". (HR. Al Baihaqy wa Al Hakim)

2. Orientasi Akademik-Ilmiah

Orientasi ini tertuju pada pengembangan ilmu pengetahuan, pemahaman bahasa dan keterampilan berbahasa.

3. Orientasi Profesional
Bagi para praktisi pendidikan ataupun bidang bidang terkait penting memperdalam lagi penguasaan bahasa Arab untuk menunjang potensi profesionalismenya.

4. Orientasi Ideologis dan Ekonomis

Bahasa Arab bisa menjadi instrumen bagi kepentingan tertentu, seperti dalam bidang sosial, budaya, politik maupun ekonomi. 

Bagaimanapun juga, harus diingat bahwa kegunaan bahasa Arab sama dengan bahasa lainnya, yaitu sebagai alat berkomunikasi. Bahasa Arab pada hakikatnya bukan hanya terfokus pada bangsa Arab atau milik umat Islam saja, tapi milik seluruh umat. Bahasa digunakan sebagai pemersatu dan bukan alat untuk perpecahan.

Source : uinjkt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar